SUPER BLOK PERTAMA DI KOTA DEPOK

| 0 komentar

Cempaka Group kembali memperkenalkan proyek baru "Apartemen Green Lake View" yang merupakan Super Blok Pertama di Kota Depok dengan konsep modern dan alami yang di bangun di atas tanah seluas 11,5 Ha. 

www.greenlakeviewdepok.webs.com


Menghadirkan pemandangan menakjubkan di sisi Pusat Hiburan Keluarga dan Danau "Situ Rawa Kalong" seluas hampir 9 Ha yang berlokasi di jalan nangka cimanggis-bogor,1 km dari Tol Cijago.

Dapat menjadikan pilihan utama untuk investasi atau tempat tinggal bagi masyarakat Urban Living yang jenuh dengan kepenatan Kota Metropolitan.


Developer berpengalaman dengan proyek sebelumnya : 
  • Margonda Residence 1,2,3,4,dan 5, Green Lake View Ciputat, Green Park View Daan Mogot dan Gardenia Boulevard Pejaten.
  • Kepemilikan unit (Strata Title) Penawaran harga yang kompetitif.
  • Nilai investasi yang luar biasa dengan peningkatan dari nilai aset bangunan atas unit yang dimiliki.
Memadukan konsep penghijauan alami dengan keindahan pemandangangunung salak dan danau yang luas membentangdengan fantasi hiburan, wisata dan rekreasi keluargadisisi salah satu danau terbesar di kota depok. Didukung pula oleh pusat perbelanjaan, apartemen, town house, rukan, club house, condotel serta fishing deck, merupakan gaya hidup moderen seperti sebuah symphoni yang dinamis bagi kehidupan.

Lokasi prestigeous selangkah akses menuju jakarta melalu tol cijago, selangkah dengan pusat bisnis kota depok, pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas negeri dan swasta ternama, menjadikan green lake view menjadi tempat tinggal bergengsi dan  investasi terbaik tahun ini.
Fasilitas umum terdekat

1. Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, jarak 400 mtr.
2. Universitas Indonesia, jarak 3 km.
3. Universitas Gunadarma depok, jarak 4km.
4. Rencana Terminal terpadu jatijajar, jarak 1km.
Cempaka Group kembali memperkenalkan proyek baru "Apartemen Green Lake View" yang merupakan Super Blok Pertama di Kota Depok dengan konsep modern dan alami yang di bangun di atas tanah seluas 11,5 Ha. 

www.greenlakeviewdepok.webs.com


Menghadirkan pemandangan menakjubkan di sisi Pusat Hiburan Keluarga dan Danau "Situ Rawa Kalong" seluas hampir 9 Ha yang berlokasi di jalan nangka cimanggis-bogor,1 km dari Tol Cijago.

Dapat menjadikan pilihan utama untuk investasi atau tempat tinggal bagi masyarakat Urban Living yang jenuh dengan kepenatan Kota Metropolitan.


Developer berpengalaman dengan proyek sebelumnya : 
  • Margonda Residence 1,2,3,4,dan 5, Green Lake View Ciputat, Green Park View Daan Mogot dan Gardenia Boulevard Pejaten.
  • Kepemilikan unit (Strata Title) Penawaran harga yang kompetitif.
  • Nilai investasi yang luar biasa dengan peningkatan dari nilai aset bangunan atas unit yang dimiliki.
Memadukan konsep penghijauan alami dengan keindahan pemandangangunung salak dan danau yang luas membentangdengan fantasi hiburan, wisata dan rekreasi keluargadisisi salah satu danau terbesar di kota depok. Didukung pula oleh pusat perbelanjaan, apartemen, town house, rukan, club house, condotel serta fishing deck, merupakan gaya hidup moderen seperti sebuah symphoni yang dinamis bagi kehidupan.

Lokasi prestigeous selangkah akses menuju jakarta melalu tol cijago, selangkah dengan pusat bisnis kota depok, pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas negeri dan swasta ternama, menjadikan green lake view menjadi tempat tinggal bergengsi dan  investasi terbaik tahun ini.
Fasilitas umum terdekat

1. Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, jarak 400 mtr.
2. Universitas Indonesia, jarak 3 km.
3. Universitas Gunadarma depok, jarak 4km.
4. Rencana Terminal terpadu jatijajar, jarak 1km.

Yang Membingungkan Dan Dilupakan Saat Membeli Properti Dengan Cara Kredit Ke Bank

| 0 komentar

Cukup siapkan Down Payment (DP) 30%, dan Anda sudah bisa membeli rumah di perumahan XXX. Kenyataannya, ketika kita mengajukan kredit ke bank, DP 30% belum tentu cukup. Ada biaya provisi, biaya administrasi, dan sebagainya.

Salah satu pertanyaan yang sering kali dilontarkan soal properti adalah bagaimana caranya menyiapkan dana untuk membeli properti dan kapan kira-kira dana itu bisa tercapai. Kalau memang ternyata keuangan kita tidak memungkinkan,

maka biasanya yang menjadi fokus utama adalah bagaimana membeli rumah dengan cara meminjam dan biasanya pinjaman ini adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank.

Sebenarnya meminjam ke bank adalah alternatif yang baik. Dengan bunga yang tidak terlalu memberatkan, kita bisa membeli properti yang diidamkan. Yang menjadi masalah adalah apabila terdapat misinformasi atau mispersepsi antara bank dan kita. Selain ada beberapa istilah yang kadang sulit dimengerti oleh awam, bank juga memiliki kebijakan tersendiri yang sering kali lupa ditanyakan padahal kebijakan tersebut cukup penting. Nah, apa saja hal-hal yang berpotensi menjadi masalah namun cukup penting tersebut?

Istilah dan Cara Perhitungan Bunga atau Margin

Pernah mengalami kejadian ini?
 
Bapak A merasa bahagia karena KPRnya disetujui oleh sebuah bank swasta dengan iming-iming “Bunganya murah cuma 13%, fixed*”. Di tahun ketiga, Bapak A terkejut karena tiba-tiba bunga KPRnya melonjak menjadi 17%. Lho, katanya fixed. Ternyata Bapak A tidak memperhatikan tanda bintang di belakang kata fixed, yaitu: “untuk tahun pertama dan kedua”.

Bapak B membanggakan KPRnya yang katanya bunganya hanya 8% per tahun, karena Bapak C mendapatkan KPR di bank lain dengan bunga 14% pertahun. Tapi setelah dibandingkan nilai cicilan KPR Bapak B ternyata lebih besar dibandingkan dengan cicilan KPR Bapak C, padahal nilai kredit dan jangka waktunya sama saja. Setelah dicek, ternyata bunga 8% itu adalah bunga dengan perhitungan flat, sedangkan 14% adalah bunga dengan perhitungan efektif.

Perhitungan bunga seringkali menjadi hal yang salah dimengerti.  Karena itu perhatikan dan pahami dengan benar istilah-istilah yang berhubungan dengan hal ini. Kalau bisa, pahami juga cara perhitungannya. Jangan ambigu antara pengertian fixed, flat, efektif, floating dan annuitas.

Sekedar penjelasan singkat, bunga fixed selalu disandingkan dengan bunga float dan berkaitan dengan penetapan persentase bunga. Jadi kalau dikatakan bunga 10% fixed 3 tahun, artinya bank akan tetap mempertahankan bunga 10% itu selama 3 tahun. Sedangkan floating adalah kebalikannya, persentase bunga bisa berubah setiap saat.

Di bagian lain ada juga istilah flat yang bersanding dengan efektif, dan gabungan keduanya disebut sebagai annuitas. Istilah flat, efektif dan annuitas akan mengacu pada cara perhitungan bunganya. Bunga flat artinya komposisi nilai bunga dengan plafon kredit dihitung tetap selama masa kredit. Sedangkan efektif akan memperhitungkan bunga dari sisa kredit yang belum dibayar. Lalu annuitas akan memperlihatkan porsi dari bunga dan pokok cicilan yang terus berubah. Jadi jangan kaget mendengar bunga flat terlihat lebih kecil dari bunga efektif padahal plafon, jangka waktu dan total jumlah bunga kredit sama.

Hal lain yang perlu diperhatikan mengenai bunga adalah sistem cicilan yang diterapkan masing-masing bank. Jangan mudah terjebak dengan asumsi umum. Contohnya: ternyata tidak semua Bank Syariah memberikan KPR yang jumlah cicilannya tetap. Ada lho pembiayaan Bank Syariah yang jumlah cicilannya berubah.

1. Biaya lain-lain untuk kredit Anda

Cukup siapkan DP 10%-30% dan sudah bisa mendapatkan rumah. Wow, like a dream come true? Eits, senang boleh, asal jangan berlebihan karena sebenarnya masih banyak biaya lain yang perlu diperhitungkan.

Ketika mengajukan kredit, otomatis pihak bank menginginkan agar kreditnya cukup aman. Karena itu selain biaya administrasi, bank akan meminta Anda untuk mengikuti asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Jangan lupa, ada juga biaya pajak, pengikatan kredit secara hukum, provisi, appraisal dan notaris. Yang kalau ditotal akan cukup besar juga.

Perhitungan biaya ini cukup penting dilakukan, karena bisa saja Anda tidak jadi meminjam hanya karena kekurangan dana untuk membayar biaya tersebut. Walaupun biaya lain-lain ini juga bisa dijadikan bagian dari kredit Anda, tapi Anda harus ingat bahwa ini juga berarti Anda akan membayar bunga dan cicilan yang jelas lebih banyak.
 
2. Opsi pembayaran atau pelunasan dimuka dan biayanya

Siapa yang bisa tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang? Bisa saja kan Anda tiba-tiba mendapat rejeki bagai durian runtuh? Misalnya hasil warisan, atau doorprize? Atau katakanlah bonus tahunan Anda ternyata dijadikan empat kali lipat oleh kantor karena kinerja Anda yang sangat bagus. Saat itu Anda mungkin menginginkan pembayaran Anda ditambah (pelunasan sebagian) hanya untuk bulan itu saja, atau mungkin langsung lunas. Nah, jangan sampai nanti Anda kaget dengan penalti atau biaya pelunasan yang akan dibebankan. Dan jangan kaget juga jika ternyata Anda tidak bisa melakukan top up, karena memang tidak semua bank memiliki fasilitas ini.

3. Opsi untuk melakukan over kredit

Ingin pindah KPR ke Bank Syariah? Atau mungkin saja Anda mendapatkan penawaran bunga yang jauh lebih rendah dari bank lain? Atau, Anda merasa bahwa pelayanan dari bank tempat mengajukan KPR sekarang terlalu menyulitkan? Karena itu, pahami benar persyaratan untuk over credit dan cara untuk melakukannya agar prosesnya bisa berjalan lancar.
 
4. Klausul perjanjian dengan pihak selain bank

Ada banyak pihak yang dilibatkan ketika mengajukan kredit ke bank. Baik dari pihak Asuransi atau Developer. Karena itu, bacalah semua klausul perjanjian yang ditawarkan setiap pihak agar Anda benar-benar merasa yakin. Ga lucu kan jika Anda marah-marah hanya karena Anda tidak mengerti benar term and condition masing-masing pihak.

Nah, dengan mengetahui beberapa hal terpenting saat berhubungan dengan kredit, setidaknya Anda bisa mengurangi sedikit risiko agar nantinya tidak merasa terjebak. Jadi, apakah Anda yakin akan kredit yang diajukan?

Profil Penulis

Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)
Cukup siapkan Down Payment (DP) 30%, dan Anda sudah bisa membeli rumah di perumahan XXX. Kenyataannya, ketika kita mengajukan kredit ke bank, DP 30% belum tentu cukup. Ada biaya provisi, biaya administrasi, dan sebagainya.

Salah satu pertanyaan yang sering kali dilontarkan soal properti adalah bagaimana caranya menyiapkan dana untuk membeli properti dan kapan kira-kira dana itu bisa tercapai. Kalau memang ternyata keuangan kita tidak memungkinkan,

maka biasanya yang menjadi fokus utama adalah bagaimana membeli rumah dengan cara meminjam dan biasanya pinjaman ini adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank.

Sebenarnya meminjam ke bank adalah alternatif yang baik. Dengan bunga yang tidak terlalu memberatkan, kita bisa membeli properti yang diidamkan. Yang menjadi masalah adalah apabila terdapat misinformasi atau mispersepsi antara bank dan kita. Selain ada beberapa istilah yang kadang sulit dimengerti oleh awam, bank juga memiliki kebijakan tersendiri yang sering kali lupa ditanyakan padahal kebijakan tersebut cukup penting. Nah, apa saja hal-hal yang berpotensi menjadi masalah namun cukup penting tersebut?

Istilah dan Cara Perhitungan Bunga atau Margin

Pernah mengalami kejadian ini?
 
Bapak A merasa bahagia karena KPRnya disetujui oleh sebuah bank swasta dengan iming-iming “Bunganya murah cuma 13%, fixed*”. Di tahun ketiga, Bapak A terkejut karena tiba-tiba bunga KPRnya melonjak menjadi 17%. Lho, katanya fixed. Ternyata Bapak A tidak memperhatikan tanda bintang di belakang kata fixed, yaitu: “untuk tahun pertama dan kedua”.

Bapak B membanggakan KPRnya yang katanya bunganya hanya 8% per tahun, karena Bapak C mendapatkan KPR di bank lain dengan bunga 14% pertahun. Tapi setelah dibandingkan nilai cicilan KPR Bapak B ternyata lebih besar dibandingkan dengan cicilan KPR Bapak C, padahal nilai kredit dan jangka waktunya sama saja. Setelah dicek, ternyata bunga 8% itu adalah bunga dengan perhitungan flat, sedangkan 14% adalah bunga dengan perhitungan efektif.

Perhitungan bunga seringkali menjadi hal yang salah dimengerti.  Karena itu perhatikan dan pahami dengan benar istilah-istilah yang berhubungan dengan hal ini. Kalau bisa, pahami juga cara perhitungannya. Jangan ambigu antara pengertian fixed, flat, efektif, floating dan annuitas.

Sekedar penjelasan singkat, bunga fixed selalu disandingkan dengan bunga float dan berkaitan dengan penetapan persentase bunga. Jadi kalau dikatakan bunga 10% fixed 3 tahun, artinya bank akan tetap mempertahankan bunga 10% itu selama 3 tahun. Sedangkan floating adalah kebalikannya, persentase bunga bisa berubah setiap saat.

Di bagian lain ada juga istilah flat yang bersanding dengan efektif, dan gabungan keduanya disebut sebagai annuitas. Istilah flat, efektif dan annuitas akan mengacu pada cara perhitungan bunganya. Bunga flat artinya komposisi nilai bunga dengan plafon kredit dihitung tetap selama masa kredit. Sedangkan efektif akan memperhitungkan bunga dari sisa kredit yang belum dibayar. Lalu annuitas akan memperlihatkan porsi dari bunga dan pokok cicilan yang terus berubah. Jadi jangan kaget mendengar bunga flat terlihat lebih kecil dari bunga efektif padahal plafon, jangka waktu dan total jumlah bunga kredit sama.

Hal lain yang perlu diperhatikan mengenai bunga adalah sistem cicilan yang diterapkan masing-masing bank. Jangan mudah terjebak dengan asumsi umum. Contohnya: ternyata tidak semua Bank Syariah memberikan KPR yang jumlah cicilannya tetap. Ada lho pembiayaan Bank Syariah yang jumlah cicilannya berubah.

1. Biaya lain-lain untuk kredit Anda

Cukup siapkan DP 10%-30% dan sudah bisa mendapatkan rumah. Wow, like a dream come true? Eits, senang boleh, asal jangan berlebihan karena sebenarnya masih banyak biaya lain yang perlu diperhitungkan.

Ketika mengajukan kredit, otomatis pihak bank menginginkan agar kreditnya cukup aman. Karena itu selain biaya administrasi, bank akan meminta Anda untuk mengikuti asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Jangan lupa, ada juga biaya pajak, pengikatan kredit secara hukum, provisi, appraisal dan notaris. Yang kalau ditotal akan cukup besar juga.

Perhitungan biaya ini cukup penting dilakukan, karena bisa saja Anda tidak jadi meminjam hanya karena kekurangan dana untuk membayar biaya tersebut. Walaupun biaya lain-lain ini juga bisa dijadikan bagian dari kredit Anda, tapi Anda harus ingat bahwa ini juga berarti Anda akan membayar bunga dan cicilan yang jelas lebih banyak.
 
2. Opsi pembayaran atau pelunasan dimuka dan biayanya

Siapa yang bisa tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang? Bisa saja kan Anda tiba-tiba mendapat rejeki bagai durian runtuh? Misalnya hasil warisan, atau doorprize? Atau katakanlah bonus tahunan Anda ternyata dijadikan empat kali lipat oleh kantor karena kinerja Anda yang sangat bagus. Saat itu Anda mungkin menginginkan pembayaran Anda ditambah (pelunasan sebagian) hanya untuk bulan itu saja, atau mungkin langsung lunas. Nah, jangan sampai nanti Anda kaget dengan penalti atau biaya pelunasan yang akan dibebankan. Dan jangan kaget juga jika ternyata Anda tidak bisa melakukan top up, karena memang tidak semua bank memiliki fasilitas ini.

3. Opsi untuk melakukan over kredit

Ingin pindah KPR ke Bank Syariah? Atau mungkin saja Anda mendapatkan penawaran bunga yang jauh lebih rendah dari bank lain? Atau, Anda merasa bahwa pelayanan dari bank tempat mengajukan KPR sekarang terlalu menyulitkan? Karena itu, pahami benar persyaratan untuk over credit dan cara untuk melakukannya agar prosesnya bisa berjalan lancar.
 
4. Klausul perjanjian dengan pihak selain bank

Ada banyak pihak yang dilibatkan ketika mengajukan kredit ke bank. Baik dari pihak Asuransi atau Developer. Karena itu, bacalah semua klausul perjanjian yang ditawarkan setiap pihak agar Anda benar-benar merasa yakin. Ga lucu kan jika Anda marah-marah hanya karena Anda tidak mengerti benar term and condition masing-masing pihak.

Nah, dengan mengetahui beberapa hal terpenting saat berhubungan dengan kredit, setidaknya Anda bisa mengurangi sedikit risiko agar nantinya tidak merasa terjebak. Jadi, apakah Anda yakin akan kredit yang diajukan?

Profil Penulis

Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)

Izin Mendirikan Bangunan ( IMB )

| 0 komentar

Berbicara mengenai properti pasti selalu berkenaan dengan IMB. Hampir disetiap kawasan pemukiman penduduk dapat terlihat plang yang bertuliskan “Pastikan setiap bangunan memiliki IMB” atau slogan sejenis lainnya. Hampir pasti kebanyakan orang yang melek hukum mengetahui apa itu IMB. Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa sebagian besar masyarakat tidak mengerti bahkan tidak mengetahui apa sih IMB itu?

IMB, tepatnya Izin Mendirikan Bangunan adalah izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan membangun. Izin ini dapat diterbitkan bila rencana bangunan dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang meliputi aspek pertanahan, aspek planologis, aspek teknis, aspek kesehatan, kenyamanan, dan lingkungan.

Siapapun yang bertanggung jawab atas kegiatan pendirian bangunan berkewajiban untuk meminta izin kepada pemerintah setempat. Selain itu, pemilik bangunan yang telah lama dibangun namun belum memiliki IMB juga mempunyai kewajiban untuk mengurus IMB.

Pemilik dianggap sebagai pemohon jika ia merupakan orang yang meminta izin langsung tanpa perantara. Kontraktor atau developer atau siapapun dapat menggantikan posisi pemilik sah bagunan sebagai pemohon hanya jika mereka mendapat izin dari pemilik bangunan utnuk mengurus segala keperluan demi mendapatkan IMB. Izin perwalian ini dapat berupa surat kuasa dari pemohon sebagai bukti pelimpahan kuasa kepada yang bersangkutan.

Sebaiknya IMB mulai diajukan sebelum pelaksanaan pengerjaan bagunan, sehingga pada saat pelaksanaan tidak terganjal dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Pada umumnya waktu pemrosesan IMB lamanya 24-25 hari terhitung dari waktu pengajuan yang pertama kali. Jangka waktu ini berbeda-beda tergantung kebijakan daerah pengawasan setempat dan kesiapan berkas-berkas yang diperlukan.

IMB juga diperbaharui apabila dalam perjanjian waktu bangunan mengalami perubahan signifikan atau renovasi yang menimbulkan kegiatan yang berdampak pada lingkungan seperti perubahan fungsi dan bentuk entah disengaja ataupun tidak disengaja.

Waktu penyelesaian permohonan untuk rumah tinggal paling lambat 25 hari kerja sejak diterimanya permohonan yang telah memenuhi persyaratan dan telah membayar retribusi. Namun waktu tersebut tidak berlaku jika hasil penelitian teknis dari permohonan masih memerlukan perbaikan-perbaikan dan atau penyempurnaan, setelah adanya pemberitahuan secara tertulis dari dinas / suku dinas terkait.

Berbicara mengenai properti pasti selalu berkenaan dengan IMB. Hampir disetiap kawasan pemukiman penduduk dapat terlihat plang yang bertuliskan “Pastikan setiap bangunan memiliki IMB” atau slogan sejenis lainnya. Hampir pasti kebanyakan orang yang melek hukum mengetahui apa itu IMB. Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa sebagian besar masyarakat tidak mengerti bahkan tidak mengetahui apa sih IMB itu?

IMB, tepatnya Izin Mendirikan Bangunan adalah izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan membangun. Izin ini dapat diterbitkan bila rencana bangunan dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang meliputi aspek pertanahan, aspek planologis, aspek teknis, aspek kesehatan, kenyamanan, dan lingkungan.

Siapapun yang bertanggung jawab atas kegiatan pendirian bangunan berkewajiban untuk meminta izin kepada pemerintah setempat. Selain itu, pemilik bangunan yang telah lama dibangun namun belum memiliki IMB juga mempunyai kewajiban untuk mengurus IMB.

Pemilik dianggap sebagai pemohon jika ia merupakan orang yang meminta izin langsung tanpa perantara. Kontraktor atau developer atau siapapun dapat menggantikan posisi pemilik sah bagunan sebagai pemohon hanya jika mereka mendapat izin dari pemilik bangunan utnuk mengurus segala keperluan demi mendapatkan IMB. Izin perwalian ini dapat berupa surat kuasa dari pemohon sebagai bukti pelimpahan kuasa kepada yang bersangkutan.

Sebaiknya IMB mulai diajukan sebelum pelaksanaan pengerjaan bagunan, sehingga pada saat pelaksanaan tidak terganjal dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Pada umumnya waktu pemrosesan IMB lamanya 24-25 hari terhitung dari waktu pengajuan yang pertama kali. Jangka waktu ini berbeda-beda tergantung kebijakan daerah pengawasan setempat dan kesiapan berkas-berkas yang diperlukan.

IMB juga diperbaharui apabila dalam perjanjian waktu bangunan mengalami perubahan signifikan atau renovasi yang menimbulkan kegiatan yang berdampak pada lingkungan seperti perubahan fungsi dan bentuk entah disengaja ataupun tidak disengaja.

Waktu penyelesaian permohonan untuk rumah tinggal paling lambat 25 hari kerja sejak diterimanya permohonan yang telah memenuhi persyaratan dan telah membayar retribusi. Namun waktu tersebut tidak berlaku jika hasil penelitian teknis dari permohonan masih memerlukan perbaikan-perbaikan dan atau penyempurnaan, setelah adanya pemberitahuan secara tertulis dari dinas / suku dinas terkait.

Cara Over Kredit Rumah KPR

| 0 komentar

Apakah Pengertian Over Kredit itu?

Over kredit rumah adalah proses pengalihan kredit rumah dari pihak debitur lama ke pihak debitur baru.
Sebagai contoh : Misalkan Bayu telah membeli rumah dengan KPR berjangka waktu 15 tahun. Kemudian pada tahun ke-10 Bayu ingin menjual rumahnya kepada Diana. Diana dapat membeli rumah itu sesuai harga yang diminta Bayu ditambah sisa pokok kredit yang masih ada dan kemudian Bayu melunasi kredit rumah itu ke bank. Atau langkah kedua, Diana membayar harga yang diinginkan Bayu dan meneruskan kredit Bayu sampai lunas setelah jangka waktu 15 tahun itu.

Proses kedua ini yang dimaksud dengan proses over kredit kpr. Jadi kita menggantikan pembayaran angsuran kredit orang lain yang rumahnya kita beli.

Dalam proses over kredit rumah ini terdapat beberapa cara dimana masing-masing cara sangat berpengaruh terhadap legalitas dokumen hukumnya. Anda perlu memilih benar cara mana yang paling aman bagi Anda agar pada saatnya apabila over kredit kpr itu lunas Anda bisa mengambil Sertifikat Rumah di bank dengan mudah dan tanpa kendala.

Proses Melalui Notaris

Pada proses ini, Anda dan penjual menghubungi notaris dan menyampaikan maksud Anda untuk melakukan over kredit atas rumah penjual. Anda dan penjual diwajibkan menyertakan dokumen pendukung antara lain :
Fotokopi Perjanjian Kredit
  1. Fotokopi Sertifikat yang ada stempel bank-nya
  2. Fotokopi IMB
  3. Fotokopi PBB yang sudah dibayar
  4. Fotokopi bukti pembayaran angsuran
  5. Asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran
  6. Data penjual dan pembeli, misalnya KTP, Kartu Keluarga, Buku nikah dan sebagianya.
Notaris kemudian membuat Akta Pengikatan Jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan  bangunan yang dimaksud berikut Surat Kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat. Kemudian Penjual membuat Surat Pernyatan/Pemberitahuan bahwa telah terjadi alih kewajiban dan hak atas kredit dan agunan dimaksud.

Surat pernyataan ini ditujukan kepada bank. Jadi sejak pengalihan ini, walaupun angsuran dan sertifikat masih atas nama penjual, tapi karena haknya sudah beralih maka penjual tidak berhak lagi untuk melunasi sendiri dan mengambil asli sertifikat yang berkenaan pada BTN.

Kemudian dilakukan pembuatan Pengikatan Perjanjian Jual Beli oleh Notaris dan selanjutnya Anda dan penjual mendatangi Bank pemberi KPR dan menyerahkan dokumen yang diperoleh dari Notaris.

Pada proses ini transaksi yang terjadi cenderung aman secara hukum karena dilaksanakan di depan pejabat Negara yang berwenang yaitu notaris. Rumah dimaksud dapat diperjualbelikan kembali dengan membuat surat kuasa jual sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses ini juga relative murah dibandingkan dengan proses over kredit di bank.
Apakah Pengertian Over Kredit itu?

Over kredit rumah adalah proses pengalihan kredit rumah dari pihak debitur lama ke pihak debitur baru.
Sebagai contoh : Misalkan Bayu telah membeli rumah dengan KPR berjangka waktu 15 tahun. Kemudian pada tahun ke-10 Bayu ingin menjual rumahnya kepada Diana. Diana dapat membeli rumah itu sesuai harga yang diminta Bayu ditambah sisa pokok kredit yang masih ada dan kemudian Bayu melunasi kredit rumah itu ke bank. Atau langkah kedua, Diana membayar harga yang diinginkan Bayu dan meneruskan kredit Bayu sampai lunas setelah jangka waktu 15 tahun itu.

Proses kedua ini yang dimaksud dengan proses over kredit kpr. Jadi kita menggantikan pembayaran angsuran kredit orang lain yang rumahnya kita beli.

Dalam proses over kredit rumah ini terdapat beberapa cara dimana masing-masing cara sangat berpengaruh terhadap legalitas dokumen hukumnya. Anda perlu memilih benar cara mana yang paling aman bagi Anda agar pada saatnya apabila over kredit kpr itu lunas Anda bisa mengambil Sertifikat Rumah di bank dengan mudah dan tanpa kendala.

Proses Melalui Notaris

Pada proses ini, Anda dan penjual menghubungi notaris dan menyampaikan maksud Anda untuk melakukan over kredit atas rumah penjual. Anda dan penjual diwajibkan menyertakan dokumen pendukung antara lain :
Fotokopi Perjanjian Kredit
  1. Fotokopi Sertifikat yang ada stempel bank-nya
  2. Fotokopi IMB
  3. Fotokopi PBB yang sudah dibayar
  4. Fotokopi bukti pembayaran angsuran
  5. Asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran
  6. Data penjual dan pembeli, misalnya KTP, Kartu Keluarga, Buku nikah dan sebagianya.
Notaris kemudian membuat Akta Pengikatan Jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan  bangunan yang dimaksud berikut Surat Kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat. Kemudian Penjual membuat Surat Pernyatan/Pemberitahuan bahwa telah terjadi alih kewajiban dan hak atas kredit dan agunan dimaksud.

Surat pernyataan ini ditujukan kepada bank. Jadi sejak pengalihan ini, walaupun angsuran dan sertifikat masih atas nama penjual, tapi karena haknya sudah beralih maka penjual tidak berhak lagi untuk melunasi sendiri dan mengambil asli sertifikat yang berkenaan pada BTN.

Kemudian dilakukan pembuatan Pengikatan Perjanjian Jual Beli oleh Notaris dan selanjutnya Anda dan penjual mendatangi Bank pemberi KPR dan menyerahkan dokumen yang diperoleh dari Notaris.

Pada proses ini transaksi yang terjadi cenderung aman secara hukum karena dilaksanakan di depan pejabat Negara yang berwenang yaitu notaris. Rumah dimaksud dapat diperjualbelikan kembali dengan membuat surat kuasa jual sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses ini juga relative murah dibandingkan dengan proses over kredit di bank.

Syarat Mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah

| 0 komentar

Mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) terkadang tidak semudah yang dibayangkan. Banyak juga pemohon yang akhirnya ditolak karena kurangnya pemahaman akan syarat dan proses KPR.

Untuk memperkecil penolakan tersebut, maka sebelum membayar booking fee, pastikan terlebih dahulu persyaratan berikut ini :

1. Usia

Usia ini akan menentukan maksimum jangka waktu KPR yang bisa diajukan. Untuk pemohon yang usianya 40 tahun kebawah akan mendapatkan jangka waktu kredit sampai dengan 15 tahun. Tetapi bagi mereka yang sudah berusia diatas 40 tahun, misalnya 43 tahun maka tidak akan mendapatkan masa kredit sampai 15 tahun tetapi maksimum 55 - 43 = 12 tahun. Karena bank menilai masa produktif seseorang hanya sampai usia 55 tahun, kecuali untuk tenaga pengajar/dosen yang bisa mencapai usia 60 tahun bahkan 65 tahun untuk Guru besar.

2. Pekerjaan

Informasi pekerjaan ini sangat penting seperti masa kerja, pekerjaannya permanen atau untuk waktu tertentu saja. Masa kerja yang sudah diperbolehkan untuk dapat mengajukan KPR adalah minimal 2 tahun bekerja di perusahaan tersebut, karena dengan masa 2 tahun itu yang pasti sudah lewat masa percobaan. Seseorang dengan gaji dan tunjangan yang sangat besar juga belum tentu dapat diterima KPRnya jika pekerjaannya bersifat sementara, kontrak hanya satu - dua tahun saja, maka bank sebagai pemberi pinjaman tidak akan mencairkan pinjamannya karena, sesudah kontrak habis tidak ada jaminan bahwa pemohon masih mempunyai kemampuan mengangsur.

3. Status Perkawinan

Memang status perkawinan ini tidak menjadi penyebab permohonan kreditnya ditolak, tetapi biasanya akan menjadi masalah ruwet apabila perkawinannya pisah ranjang atau dalam proses perceraian, sehingga pada saat akad kredit tidak dapat menghadirkan pasangannya.

4. Gaji

Gaji sangat penting karena berhubungan dengan kemampuan bayar angsuran pemohon. Rata-rata bank menilai maksimum besarnya angsuran adalah sepertiga dari gaji, tetapi ada beberapa bank yang dapat menerima sampai maksimum 40% gaji. Gaji yang dihitung biasanya adalah gaji bersih (take home pay) yang sifatnya rutin, apabila ada tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya temporer seperti tunjangan hari raya, lembur, bonus, komisi penjualan, dll hanya akan diperhitungkan 50% dari rata rata penghasilan tidak tetap ini.

5. Rekening koran

Rekening koran atau buku tabungan diperlukan oleh bank untuk mengecek kebenaran dari slip gaji. Berapa jumlah uang yang disebut dalam slip gaji harus sesuai dengan dengan yang masuk ke rekening tabungannya. Termasuk juga dalam pengecekan tanggal-tanggal transaksinya. Meskipun saldonya tinggal 50 ribu di rekening tersebut, tetapi jika datanya transaksinya cocok dengan slip gaji maka akan dianggap datanya bagus oleh bank. Sebaliknya saldonya 1 milyar tetapi transaksi di rekening koran tidak mencerminkan yang disebut dalam slip gaji, maka bank akan menolak.

6. Informasi Pinjaman lain

Untuk ini anda harus benar-benar jujur dan terbuka, jika anda memiliki pinjaman uang misalnya kartu kredit, cicilan mobil/motor, dan KPR di bank lain.
Mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) terkadang tidak semudah yang dibayangkan. Banyak juga pemohon yang akhirnya ditolak karena kurangnya pemahaman akan syarat dan proses KPR.

Untuk memperkecil penolakan tersebut, maka sebelum membayar booking fee, pastikan terlebih dahulu persyaratan berikut ini :

1. Usia

Usia ini akan menentukan maksimum jangka waktu KPR yang bisa diajukan. Untuk pemohon yang usianya 40 tahun kebawah akan mendapatkan jangka waktu kredit sampai dengan 15 tahun. Tetapi bagi mereka yang sudah berusia diatas 40 tahun, misalnya 43 tahun maka tidak akan mendapatkan masa kredit sampai 15 tahun tetapi maksimum 55 - 43 = 12 tahun. Karena bank menilai masa produktif seseorang hanya sampai usia 55 tahun, kecuali untuk tenaga pengajar/dosen yang bisa mencapai usia 60 tahun bahkan 65 tahun untuk Guru besar.

2. Pekerjaan

Informasi pekerjaan ini sangat penting seperti masa kerja, pekerjaannya permanen atau untuk waktu tertentu saja. Masa kerja yang sudah diperbolehkan untuk dapat mengajukan KPR adalah minimal 2 tahun bekerja di perusahaan tersebut, karena dengan masa 2 tahun itu yang pasti sudah lewat masa percobaan. Seseorang dengan gaji dan tunjangan yang sangat besar juga belum tentu dapat diterima KPRnya jika pekerjaannya bersifat sementara, kontrak hanya satu - dua tahun saja, maka bank sebagai pemberi pinjaman tidak akan mencairkan pinjamannya karena, sesudah kontrak habis tidak ada jaminan bahwa pemohon masih mempunyai kemampuan mengangsur.

3. Status Perkawinan

Memang status perkawinan ini tidak menjadi penyebab permohonan kreditnya ditolak, tetapi biasanya akan menjadi masalah ruwet apabila perkawinannya pisah ranjang atau dalam proses perceraian, sehingga pada saat akad kredit tidak dapat menghadirkan pasangannya.

4. Gaji

Gaji sangat penting karena berhubungan dengan kemampuan bayar angsuran pemohon. Rata-rata bank menilai maksimum besarnya angsuran adalah sepertiga dari gaji, tetapi ada beberapa bank yang dapat menerima sampai maksimum 40% gaji. Gaji yang dihitung biasanya adalah gaji bersih (take home pay) yang sifatnya rutin, apabila ada tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya temporer seperti tunjangan hari raya, lembur, bonus, komisi penjualan, dll hanya akan diperhitungkan 50% dari rata rata penghasilan tidak tetap ini.

5. Rekening koran

Rekening koran atau buku tabungan diperlukan oleh bank untuk mengecek kebenaran dari slip gaji. Berapa jumlah uang yang disebut dalam slip gaji harus sesuai dengan dengan yang masuk ke rekening tabungannya. Termasuk juga dalam pengecekan tanggal-tanggal transaksinya. Meskipun saldonya tinggal 50 ribu di rekening tersebut, tetapi jika datanya transaksinya cocok dengan slip gaji maka akan dianggap datanya bagus oleh bank. Sebaliknya saldonya 1 milyar tetapi transaksi di rekening koran tidak mencerminkan yang disebut dalam slip gaji, maka bank akan menolak.

6. Informasi Pinjaman lain

Untuk ini anda harus benar-benar jujur dan terbuka, jika anda memiliki pinjaman uang misalnya kartu kredit, cicilan mobil/motor, dan KPR di bank lain.

Memesan Rumah dengan Sistem Indent melalui Kredit KPR

| 1 komentar

Memesan rumah melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sudah pasti sering kita
dengar, namun apa yang dimaksud dengan memesan rumah dengan sistem inden dan apa saja tahap-tahap yang harus dilewati?
Membeli rumah dengan sistem inden yaitu memesan rumah di muka / awal. Artinya Anda sudah dapat memiliki rumah yang dikehendaki namun rumah tersebut belum selesai dibangun. Keuntungannya, Anda akan memiliki rumah dengan lokasi yang strategis karena sudah memesan di awal. Untuk itu berikut ini beberapa tahap yang harus diperhatikan ketika membeli rumah dengan inden melalui KPR :
Membayar uang tanda jadi yang besarnya bervariasi, tergantung kebijaksanaan dari masing-masing pengembang.
  1. Membayar uang muka (down payment), yang besarnya sekitar 10% - 20% dari total harga transaksi kepada pengembang. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan dari Bank pemberi kredit yang hanya bersedia memberikan pinjaman maksimal 80% dari total harga transaksi.
  2. Penandatanganan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) antara pembeli dengan pengembang. Biasanya standar PPJB telah disiapkan oleh pengembang. Namun dalam praktik, tidak semua pengembang mempersiapkan PPJB. Sebagai gantinya, pembeli akan memperoleh surat pemesanan.
  3. Setelah persyaratan yang ditentukan oleh Bank, baik kepada pengembang maupun pembeli dapat terpenuhi, maka dapat dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kredit / Akad Kredit antara Bank dengan pembeli secara Notariil.
  4. Penandatanganan Akta Jual Beli di depan Notaris, yang diikuti dengan penandatanganan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan) bila sudah bersertifikat atau SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) bila belum bersertifikat. Kedua hal tersebut dilaksanakan di depan Notaris yang ditunjuk oleh Bank.
Setelah proses di atas, timbul mata rantai antara pembeli, Bank, dan pengembang. Dalam hal ini pembeli wajib memenuhi pembayaran cicilannya kepada bank yang bersangkutan. Sedangkan Bank wajib menyalurkan sejumlah dana kepada pengembang untuk pelaksanaan pembangunan sebagaimana yang sudah disepakati antara mereka. Pengembang mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan pembangunan dan menyelesaikan sertifikasi, yang akan dipertanggungjawabkan baik kepada pembeli maupun pihak bank.
Kemudian pada saat yang telah dijanjikan, pengembang akan menyelesaikan pembangunan dan menyelesaikan proses sertifikasi. Sertifikat atas nama pembeli tersebut akan langsung diserahkan kepada bank untuk dibebani Hak Tanggungan. Hak itu akan muncul sampai pembeli dapat melunasi pembayaran cicilan kreditnya.

Sumber :www.Rumahdanproperti.com
Memesan rumah melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sudah pasti sering kita
dengar, namun apa yang dimaksud dengan memesan rumah dengan sistem inden dan apa saja tahap-tahap yang harus dilewati?
Membeli rumah dengan sistem inden yaitu memesan rumah di muka / awal. Artinya Anda sudah dapat memiliki rumah yang dikehendaki namun rumah tersebut belum selesai dibangun. Keuntungannya, Anda akan memiliki rumah dengan lokasi yang strategis karena sudah memesan di awal. Untuk itu berikut ini beberapa tahap yang harus diperhatikan ketika membeli rumah dengan inden melalui KPR :
Membayar uang tanda jadi yang besarnya bervariasi, tergantung kebijaksanaan dari masing-masing pengembang.
  1. Membayar uang muka (down payment), yang besarnya sekitar 10% - 20% dari total harga transaksi kepada pengembang. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan dari Bank pemberi kredit yang hanya bersedia memberikan pinjaman maksimal 80% dari total harga transaksi.
  2. Penandatanganan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) antara pembeli dengan pengembang. Biasanya standar PPJB telah disiapkan oleh pengembang. Namun dalam praktik, tidak semua pengembang mempersiapkan PPJB. Sebagai gantinya, pembeli akan memperoleh surat pemesanan.
  3. Setelah persyaratan yang ditentukan oleh Bank, baik kepada pengembang maupun pembeli dapat terpenuhi, maka dapat dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kredit / Akad Kredit antara Bank dengan pembeli secara Notariil.
  4. Penandatanganan Akta Jual Beli di depan Notaris, yang diikuti dengan penandatanganan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan) bila sudah bersertifikat atau SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) bila belum bersertifikat. Kedua hal tersebut dilaksanakan di depan Notaris yang ditunjuk oleh Bank.
Setelah proses di atas, timbul mata rantai antara pembeli, Bank, dan pengembang. Dalam hal ini pembeli wajib memenuhi pembayaran cicilannya kepada bank yang bersangkutan. Sedangkan Bank wajib menyalurkan sejumlah dana kepada pengembang untuk pelaksanaan pembangunan sebagaimana yang sudah disepakati antara mereka. Pengembang mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan pembangunan dan menyelesaikan sertifikasi, yang akan dipertanggungjawabkan baik kepada pembeli maupun pihak bank.
Kemudian pada saat yang telah dijanjikan, pengembang akan menyelesaikan pembangunan dan menyelesaikan proses sertifikasi. Sertifikat atas nama pembeli tersebut akan langsung diserahkan kepada bank untuk dibebani Hak Tanggungan. Hak itu akan muncul sampai pembeli dapat melunasi pembayaran cicilan kreditnya.

Sumber :www.Rumahdanproperti.com
 
© Copyright 2010-2011 RUANG PROPERTI All Rights Reserved.